Cara Melaksanakan Umrah Langkah demi Langkah

Haji dan umrah 5 menit baca

Umrah adalah ibadah ke Makkah yang lebih kecil daripada haji. Umrah memiliki empat bagian utama dengan urutan ini: ihram, tawaf, sai, dan mencukur atau memotong rambut. Panduan ini menyampaikan langkah-langkahnya dalam bentuk yang sederhana.

1

Ihram di miqat

Pelajari langkah-langkahnya sebelum Anda berangkat, dan ketahuilah miqat mana yang berada di rute Anda. Banyak orang yang bepergian dengan pesawat mengenakan pakaian ihram sebelum naik, lalu berniat ketika pesawat mencapai miqat. Awak pesawat biasanya mengumumkannya.

Ihram adalah keadaan berpakaian dan berniat yang Anda masuki untuk umrah. Anda harus memasukinya di miqat atau sebelumnya, yaitu titik batas yang ditetapkan untuk rute Anda. Mandilah, bersihkan diri, dan kenakan pakaian ihram Anda.

Laki-laki memakai dua lembar kain tanpa jahitan. Perempuan memakai pakaian yang sopan dan tidak memakai cadar penutup wajah serta sarung tangan selama berihram.

Lalu berniatlah di dalam hati untuk umrah dan ucapkan talbiah: Labbayk Allahumma labbayk. Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Laki-laki mengucapkannya dengan suara keras, dan perempuan mengucapkannya dengan pelan. Terus ulangi sampai Anda tiba di Ka'bah.

2

Memasuki Makkah dan tawaf

Setibanya di sana, masuklah ke Masjidil Haram dan menujulah ke Ka'bah. Hentikan talbiah ketika Anda memulai tawaf. Mulailah dari garis Hajar Aswad (Batu Hitam) dan jaga agar Ka'bah berada di sisi kiri Anda.

Berjalanlah mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Setiap kali Anda melewati Hajar Aswad, Anda menyelesaikan satu putaran. Kebanyakan ulama berpendapat Anda harus dalam keadaan berwudu untuk tawaf.

Tidak ada bacaan tertentu yang harus Anda ucapkan selama tawaf. Gunakan zikir (mengingat Allah) atau doa dengan kata-kata Anda sendiri, dan rendahkan suara Anda.

Setelah putaran ketujuh, salatlah dua rakaat (unit salat) di belakang Maqam Ibrahim, atau di mana saja di dalam masjid jika ramai. Kemudian minumlah air Zamzam.

3

Sai antara Safa dan Marwah

Pergilah ke Bukit Safa dan mulailah sai, sebagaimana Al-Qur'an 2:158 menyebut kedua bukit ini sebagai tanda-tanda Allah. Berjalanlah dari Safa ke Marwah, itu satu perjalanan. Lalu berjalanlah dari Marwah kembali ke Safa, itu perjalanan kedua.

Selesaikan tujuh perjalanan, berakhir di Marwah. Laki-laki berjalan lebih cepat di antara tanda hijau. Anda boleh berdoa (bermunajat) di sepanjang jalan.

4

Mencukur atau memotong rambut

Setelah sai, laki-laki mencukur seluruh kepala atau memotong rambut secara merata. Mencukur lebih utama. Perempuan memotong sedikit dari ujung rambutnya.

Umrah Anda kini telah selesai, dan Anda keluar dari keadaan ihram.

5

Larangan saat berihram

Selama Anda berihram, hindarilah perbuatan-perbuatan ini:

  • Memotong rambut atau kuku
  • Memakai wewangian pada badan atau pakaian
  • Laki-laki menutup kepala atau memakai pakaian berjahit
  • Memburu hewan
  • Hubungan suami istri, dan memulai akad nikah
  • Bertengkar dan berbicara buruk

6

Kesalahan umum

Beberapa kesalahan sering terjadi dan mudah dihindari.

  • Melewati miqat tanpa berihram
  • Memulai tawaf jauh dari garis Hajar Aswad
  • Lupa hitungan putaran atau perjalanan
  • Mendorong orang lain agar bisa menyentuh Hajar Aswad, padahal isyarat dari jauh sudah cukup
  • Memotong rambut sebelum sai selesai
  • Menyentuh atau mengusap bagian-bagian Ka'bah yang tidak disentuh Nabi ﷺ

Urutan langkah harus dijaga. Jika Anda merasa telah melakukan kesalahan, tanyakan kepada ulama yang berkompeten. Sebagian kesalahan memerlukan penggantian (dam), dan ulama dapat menjelaskan apa yang harus dilakukan.

Sumber

  • Al-Qur'an 2:158
  • Al-Qur'an 2:196
  • Sahih al-Bukhari (Kitab Haji)
  • Sahih Muslim (Kitab Haji)

Informasi umum untuk belajar, bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ulama yang berkompeten.

Diperbarui 7 Oktober 2026

Pertanyaan umum

Bagaimana jika saya lupa hitungan saat tawaf atau sai?

Banyak ulama berpendapat agar Anda berpegang pada apa yang paling Anda yakini. Jika Anda tetap ragu, tanyakan kepada ulama yang berkompeten.

Apakah saya harus menyentuh Hajar Aswad?

Tidak. Jika terlalu ramai, berisyaratlah ke arahnya dengan tangan Anda dan lanjutkan. Jangan pernah mendorong atau menyakiti orang lain.

This page is translated with machine assistance and may contain mistakes. The English and Arabic versions are our reference. About our sources