Al-Qur'an menyatakan bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah liat dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya, dan bahwa Adam dan istrinya adalah orang tua umat manusia, dan Al-Qur'an mengumpamakan penciptaan Yesus dengan penciptaan Adam. Karena itu, pandangan arus utama di kalangan ulama adalah bahwa manusia tidak berasal dari hewan lain, meskipun mereka mungkin menerima perubahan dalam satu spesies.
Sebagian pemikir Muslim berpendapat bahwa Al-Qur'an diam tentang berapa lama penciptaan berlangsung dan tentang rincian bagaimana spesies terbentuk, sehingga memberi ruang untuk mempertimbangkan evolusi sebagai metode Allah, dengan Adam sebagai makhluk pertama yang memiliki ruh. Yang lain menolaknya sepenuhnya. Umat Muslim pada umumnya tidak membaca Al-Qur'an sebagai buku pelajaran sains, dan tidak merasa perlu menyelesaikan setiap pertanyaan tentang rincian penciptaan.