Ismail digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai orang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.
1
Benar janjinya
Allah berfirman bahwa Ismail benar janjinya, seorang rasul dan nabi. Ia menyuruh keluarganya untuk salat dan menunaikan zakat, dan ia diridai oleh Tuhannya.
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.
2
Meninggikan Rumah itu
Bersama ayahnya, Ibrahim, ia meninggikan fondasi Rumah itu. Mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, terimalah ini dari kami. Jadikanlah kami orang-orang yang berserah diri kepada-Mu, dan dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu.”
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
3
Lembah di dekat Rumah Suci
Ibrahim berkata bahwa ia menempatkan sebagian keturunannya di lembah yang tidak ditanami di dekat Rumah Suci, agar mereka mendirikan salat, dan memohon agar hati manusia condong kepada mereka dan agar mereka diberi rezeki berupa buah-buahan. Ia memuji Allah yang menganugerahkan kepadanya Ismail dan Ishaq di usia tua.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
Kisah ini diambil dari Al-Qur'an saja. Rincian dari kitab lain tidak ditambahkan.
Teks Arab: tulisan Utsmani. Terjemahan: Indonesian Islamic Affairs Ministry.